ANALISIS PENGGUNAAN TANDA TITIK

ANALISIS PENGGUNAAN TANDA TITIK, TANDA KOMA,
TANDA TITIK KOMA, DAN TANDA TITIK DUA
DALAM SKRIPSI
“FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN
KOPERASI SYARIAH YAA SALAM”
Efriyani
Jurusan Perbankan Syariah
[email protected]: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan dalam penggunaan tanda baca titik, tanda baca koma, tanda baca titik koma, dan tanda baca titik dua pada skripsi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini bersifat Kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu analisis isi skripsi. Penelitian ini mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan yang diperoleh, kemudian menganalisis kesalahan yang terdapat dalam skripsi dan memberikan penulisan yang benar dari analisis kesalahan yang terdapat dalam skripsi, serta menjelaskan kesalahan yang harus di benarkan dalam skripsi tersebut. Hasil penelitian ini ditemukan kesalahan penggunaan tanda baca titik, yaitu salah satunya terdapat pada pemberian gelar, nama orang, dll. Penggunaan tanda baca koma ditemukan kesalahan pada unsur-unsur suatu perincian dan pembilangan, dll. Penggunaan tanda baca titik koma ditemukan kesalahan pada penulisan akhir suatu perincian. Penggunaan tanda baca titik dua ditemukan kesalahan pada footnote skripsi, yaitu pada penulisan nama kota dan penerbit. Dari hasil penelitian, peneliti mengambil simpulan bahwa pada salah satu skripsi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam penggunaan tanda baca tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).Kata Kunci: Tanda Baca, Analisis, PUEBI
PENDAHULUAN
Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita menggunakan bahasa negara kita (Bahasa Indonesia) dengan baik dan benar. Baik dalam penulisan, maupun dalam percakapan sehari-hari. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah menyebarluaskan sebuah e-book Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, yang dapat kita unduh sendiri melalui internet dengan maksud tujuan agar warga negara Indonesia dapat memahami bagaimana cara penulisan sebuah kalimat yang baik dan benar.

Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sudah menjadi sebuah kewajiban bagi warga negara Indonesia. Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan keadaan situasinya dan juga kondisinya, sedangkan bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan aturan yang sudah ada dalam e-book Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karya tulis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang masih terdapat kesalahan dalam menulis skripsi. Kesalahan itu sering terjadi pada tanda baca yang dimana tanda baca itu sering diabaikan. Padahal, tanda baca itu sangatlah penting untuk kita perhatikan.Penelitian ini telah mengkaji artikel peneliti lainnya yang membahas dengan pembahasan yang sama, yaitu tanda baca. Peneliti mengkaji artikel yang berjudul “PEMAHAMAN PENGGUNAAN TANDA BACA SESUAI DENGAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD) PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTAN KELAS A 2012 FE UNIMED – MINI RISET” yang di tulis oleh Halimatussakdiah (Dosen MKU Bahasa Indonesia Unimed) dan Bania Putri (Mahasiswa Jurusan Akuntansi Kelas A 2012 FE Unimed).

LANDASAN TEORI
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa ejaan adalah kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalaimat, dan sebagainya) dalam tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI, 2008:353). Sejak bahasa Indonesia masih bernama bahasa Melayu sudah ada ejaan yang berlaku. Sesuai dengan nama penulisnya, ejaan yang berlaku pada zaman Belanda dinamakan dengan Ejaan van Ophujsen. Ejaan yang mulai berlaku sejak tahun 1901 itu terdapat dalam Kitab Logat Melajoe. Setelah Indonesia merdeka, disusunlah ejaan baru yang merupakan perbaikan Ejaan van Ophuijsen. Ejaan itu dinamakan dengan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Tampaknya pemilihan nama Ejaan Republik dikaitkan dengan peristiwa sejarah kemerdekaan negara kita dan pemilihan nama Ejaan Soewandi dikaitkan dengan nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu itu, yaitu Mr. Soewandi. Ejaan Soewandi mulai berlaku pada tahun 1947.
Setelah lebih dari dua dasawarsa Ejaan Soewandi berlaku, diberlakukan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Orang sering menyingkatnya dengan EYD. Ejaan itu diresmikan pemberlakuannya oleh Presiden Soeharto berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972 (Sriyanto, 2014:6-7).
Setiap pergantian ejaan tentu ada perubahan. Di bawah ini diberikan beberapa contoh perubahan dari zaman Ejaan van Ophuijsen, Ejaan Republik, sampai Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Sriyanto, 2014:7).

Ejaan van Ophuijsen
Huruf J untuk kata : sajang, jang, dll.

Huruf OE untuk kata: toelis, garpoe, dll.

Tanda apostrof untuk kata : ja’ni, pa’, dll.

Ejaan Soewandi (Republik)
Huruf OE berubah menjadi U : tulis, garpu, dll.

Tanda apostrof berubah menjadi k : yakni, pak, dll.

Angka 2 (dua) dipakai untuk penggunaan kata yang berulang : buku2 (di baca: buku-buku), dll.
Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
Huruf J pada ejaan van Ophuijsen berubah menjadi Y : sayang yang, dll.

Angka 2 (dua) berubah menjadi tanda hubung (-) : buku-buku, dll.
Tanda baca yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan meliputi tanda titik, tanda koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda elipsis, tanda petik, tanda kurung, tanda garis miring, dan tanda apostrof (Sriyanto, 2014:73).

METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama empat bulan yaitu dari bulan Februari 2018 sampai dengan selesai. Subjek penelitian yaitu skripsi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2012, program jurusan Perbankan Syariah.Penelitian ini berupa penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah “suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, dan pemikiran seseorang secara individual maupun kelompok.” (Nana Syaodih Sukmadinata, 2009:53-60).
Metode desktiptif ialah suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (M. Nazir, 2005:54). Nana Syaodih Sukmadinata (2009:18) menyatakan bahwa “Penelitian deskriptif bertujuan mendefinisikan suatu keadaan atau fenomena secara apa adanya.”

PEMBAHASAN
Penilitian ini akan membahas kesalahan penulisan tanda baca dalam skripsi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kesalahan tanda baca yang akan diteliti antara lain tanda baca titik, tanda baca koma, tanda baca titik koma, dan tanda baca titik dua yang berada pada abstrak skripsi, kata pengantar skripsi, pendahuluan skripsi, pembahasan skripsi, daftar pustaka skripsi, dan footnote skripsi.
Kesalahan pada penggunaan tanda baca titik
Data nomor (1)
“… Prof. DR. H. Muhammad Amin Suma SH, MA, MM.”Data nomor (1) terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca titik, penulisan yang benar adalah Prof. DR. H. Muhammad Amin Suma S.H., M.A., M.M.Data nomor (2)
“Modal sendiri mencapai Rp. 968 Milyar…”
Data nomor (2) terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca titik, penulisan yang benar adalah Modal sendiri mencapai Rp968 Milyar.Data nomor (3)
“Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011”
Data nomor (3) terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca titik, penulisan yang benar adalah Emzir. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Data nomor (4)
“Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2011), h. 2”
Data nomor (3) terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca titik, penulisan yang benar adalah Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 2.

Penjelasan
Data nomor (1) terdapat kesalahan karena, singkatan pada gelar tidak diikuti dengan tanda baca titik pada setiap gelarnya. Telah dijelaskan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bahwa “Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.”
Data nomor (2) terdapat kesalahan penggunaan tanda baca setelah kata Rp, karena menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) “Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.”
Data nomor (3) merupakan data yang didapatkan dari daftar pustaka dalam skripsi. Kesalahan data nomor (3) terdapat pada penggunaan tanda baca setelah nama penulis, yang digunakan dalam skripsi adalah tanda baca koma, seharusnya yang dipakai adalah tanda baca titik. Sudah dijelaskan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bahwa “Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.”
Data nomor (4) terdapat kesalahan, yaitu pada penulisan kata PT, dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sudah dijelaskan bahwa “Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata yang bukan nama diri ditulis dengan huruf capital tanpa tanda titik.”
Kesalahan pada penggunaan tanda baca koma
Data nomor (1)
“… Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas dan Rasio Aktivitas …”
Data nomor (1) terdapat kesalahan pada penggunaan tanda baca koma, penulisan yang benar adalah Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio Aktivitas.Data nomor (2)
“… dalam mengelola usaha, kredit macet, kesulitan modal, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku dan lokasi yang kurang memadai.”
Data nomor (2) terdapat kesalahan pada tanda baca koma, penulisan yang benar adalah dalam mengelola usaha, kredit macet, kesulitan modal, kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, dan lokasi yang kurang memadai.

Data nomor (3)
“… kesulitan dalam mendapatkan bahan baku dan lokasi yang kurang memadai. Sedangkan upaya-upaya yang dapat dilakukan …”
Data nomor (3) terdapat kesalahan pada tanda baca koma, penulisan yang benar adalah kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, dan lokasi yang kurang memadai, sedangkan upaya-upaya yang dapat dilakukan.

Data nomor (4)
“Oleh karena itu diperlukan lembaga yang dapat mengakomodasikan…”
Data nomor (4) terdapat kesalahan pada tanda baca koma, penulisan yang benar adalah Oleh karena itu, diperlukan lembaga yang dapat mengakomodasikan.Data nomor (5)
“Jadi pada dasarnya prinsip Ijarah sama dengan prinsip jual beli.”Data nomor (5) terdapat kesalahan pada tanda baca koma, penulisan yang benar adalah Jadi, pada dasarnya prinsip Ijarah sama dengan prinsip jual beli.

Penjelasan
Data nomor (1) dan (2) pada skripsi terdapat kesalahan, yaitu tidak menggunakan tanda baca koma diantara unsur suatu perincian sudah di jelaskan di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bahwa “Tanda koma (,) dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.”
Data nomor (3) terdapat kesalahan pada tanda baca sebelum kata penghubung, dalam skripsi tanda baca yang digunakan sebelum kata penghubung ialah tanda baca titik. Seharusnya, tanda baca yang digunakan adalah tanda baca koma, dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) telah dijelaskan bahwa “Tanda koma dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).”
Data nomor (4) dan (5) terdapat kesalahan, yaitu dalam skripsi salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tidak menggunakan tanda baca koma setelah kata Oleh karena itu pada data nomor (4) dan Jadi pada data nomor (5). Padahal, dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) telah dijelaskan bahwa “Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.”
Kesalahan pada tanda baca titik koma
Data nomor (1)
“… cukup untuk memenuhi pembayaran kembali pokok pada tanggal tertentu.: (2) Insolvensi …”
Data nomor (1) terdapat kesalahan pada tanda baca titik koma, penulisan yang benar adalah cukup untuk memenuhi pembayaran kembali pokok pada tanggal tertentu; (2) Insolvensi.Penjelasan
Data nomor (1) terdapat kesalahan, yaitu tanda baca yang digunakan setelah kata “tertentu” menggunakan 2 tanda baca, yaitu tanda baca titik dan tanda baca titik koma. Tanda baca yang seharusnya dipakai adalah tanda baca titik koma, dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) telah dijelaskan bahwa “Tanda titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa kalusa.”
Kesalahan pada tanda baca titik dua
Data nomor (1)
“Yuke Rahmawati, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, (Jakarta, Uin Jakarta Press, 2013), h. 49-50”
Data nomor (1) terdapat kesalahan pada tanda baca titik dua, penulisan yang benar adalah Yuke Rahmawati, Lembaga Keuangan Mikro Syariah, (Jakarta: Uin Jakarta Press, 2013), h. 49-50.

Data nomor (2)
“Alex S. Nitisemito, Manajemen dan Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta; BPFE UGM, 1992), H. 29-30”
Data nomor (2) terdapat kesalahan pada tanda baca titik dua, penulisan yang benar adalah Alex S. Nitisemito, Manajemen dan Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: BPFE UGM, 1992), H. 29-30.Penjelasan
Data nomor (1) dan (2) terdapat kesalahan pada penulisan nama kota dan penerbit dalam footnote skripsi. Data nomor (1) menggunakan tanda baca koma, dan data nomor (2) menggunakan tanda baca titik koma. Telah dijelaskan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) bahwa “Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka.”
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang di kemukakan di atas, maka dapat di simpulkan:
Kesalahan dalam penggunaan tanda baca titik terdapat 4 kesalahan, yaitu dalam penulisan daftar pustaka, dan gelar yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Kesalahan dalam penggunaan tanda baca koma terdapat 5 kesalahan, yaitu dalam penulisan unsur-unsur dalam suatu perincian dan pembilangan, footnote, kata penghubung, dan ungkapan penghubung antarkalimat.

Kesalahan dalam penggunaan tanda baca titik koma terdapat 1 kesalahan, yaitu terdapat pada tanda di akhir perincian.

Kesalahan dalam penggunaan tanda baca titik dua terdapat 2 kesalahan, yaitu terdapat pada penulisan nama kota dan penerbit.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia PusatBahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Panitia Pengembang Pedoman BahasaIndonesia. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta:Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Sriyanto. 2014. Ejaan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan BadanPengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan danKebudayaan
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:Remaja Rosdakarya.

Nazir, M. 2005. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.